tersentak aku taktala mendengarnya
air mata ini begitu mudah mengalir
ini bukan diriku
apa sudah berlaku
dulu hatiku beku
jiwa ini kental
semuanya sudah makin pudar
adakah aku sudah berubah
perlukah aku mengubahnya semula..
masih segar dalam ingatanku
saat arwah wan yong dikapankan
naskah yassin ditanganku
dibuka dan dibaca dengan tenang
kemerahan mata mereka
semua ahli keluargaku
namun aku masih tenang
kejam atau egois diri ini...
mengalir juga air mataku
saat arwah diusung
dimakamkan ditanah perkuburan
mulai saat itu aku bukan lagi diriku
aku lebih menghargai
diri dan orang disekelilingku
p/s::coretan ini tiada motif..cuma mau beritahu aku nangis saat Fienaz Idola Kecil 2 tersingkir semalam..benci aku..baru nak lyn IK2 tetiba Fienaz dh kuar..huhhh..akak suka suara u adik..kelas..
skip to main |
skip to sidebar
Sunday, December 13, 2009
Thursday, December 3, 2009
kecintaanku padamu...
engkau selaluku disampingku
tika senang dan duka
terang atau gelap
dirimu senantiasa disisiku
lagu itu milik kita
cahaya itu menuntun kita
arah dan tujuan
ditentukan bersama
kau hadir sebagai pengganti
setelah yang lama menyakitkan hati
ku terimamu sebagai penyeri
biarpun ikhlas lekang dari hati
sepintas masa berlalu
kau masih digenggamanku
datanglah badai bertalu-talu
kita tetap utuh bersatu
bukanku menduakanmu
jauh sekali melupakanmu
niatku cuma ingin memperbaharui
disamping mencari teman buatmu
jangan kau khuatir
jangan kau sangsi
ku masih menyanyangimu
biarpun kupunya yang baru
tika senang dan duka
terang atau gelap
dirimu senantiasa disisiku
lagu itu milik kita
cahaya itu menuntun kita
arah dan tujuan
ditentukan bersama
kau hadir sebagai pengganti
setelah yang lama menyakitkan hati
ku terimamu sebagai penyeri
biarpun ikhlas lekang dari hati
sepintas masa berlalu
kau masih digenggamanku
datanglah badai bertalu-talu
kita tetap utuh bersatu
bukanku menduakanmu
jauh sekali melupakanmu
niatku cuma ingin memperbaharui
disamping mencari teman buatmu
jangan kau khuatir
jangan kau sangsi
ku masih menyanyangimu
biarpun kupunya yang baru
Saturday, November 7, 2009
meniti hening pagi..
terdengar akan deruan angin pagi..
sayup kedengaran di lantai empat..
bisa membuat gundah menjadi tenang..
mungkin juga sebaliknya..
mataku masih tegar bertahan..
sedangkan mereka hanyut dibuai mimpi..
mencipta nada kelegaan..
mengalunkan ritma kepenatan..
menusuri titian yang harus..
melintasi hentian demi hentian..
kadang-kala memeritkan..
kadang-kala membahagiakan..
jadi bertindaklah seperti pahlawan..
berfikirlah seperti cendekiawan..
kerana halangan berliku-liku itu..
sekadar proses persediaan diri..
dalam menghadapi dunia sebenar..
Thursday, October 22, 2009
rentasan
sepi tanpa kahabar
bukan maksud ku lupa
diam tanpa bicara
tak bererti ku benci
aku ini masih dlam pencarian
mencari jati diri yang diredhai
perjalanan hidup masih jauh
pandanganku terhadap dunia luas
namun jika ia terpisah jauh
dari apa yang kurancang
maafkanlah aku
redhailah ia
kenanglah kenangan yg kita punya
sebagai satu bingkisan persahabatan yg abadi..
bukan maksud ku lupa
diam tanpa bicara
tak bererti ku benci
aku ini masih dlam pencarian
mencari jati diri yang diredhai
perjalanan hidup masih jauh
pandanganku terhadap dunia luas
namun jika ia terpisah jauh
dari apa yang kurancang
maafkanlah aku
redhailah ia
kenanglah kenangan yg kita punya
sebagai satu bingkisan persahabatan yg abadi..
Thursday, August 20, 2009
sajak rojak2
caution...nie sesuka hati saja..tak berniat menyinggung sesiapa..
sajak start:
kehadirannya dinanti,
didada ini kesabaran masih penuh,
tapi kecewa mengelubungi,
mundar-mandir
kesana-kesini
kelakuannya membuatku meluat,
kewibawaannya tercalar,
inikah yang harus ada padanya??
kemana hilangnya amanah yg dipegang??
untuk berbakti pada bangsa..
kini kukeliru,
keliru dgn gaya,mutu dan keunggulannya,
apa yg hendak dipotong,
dan apa yg hendak dibendingkan??
aku hairan dan tertanya,
sambil membayangkan diri menangis di depan Kaabah..
tangisan didepan Kaabah itu,
mungkin tangisan keinsafan,
yang nyata,
tangisan di kelas ini
hanyalah tangisan kebosanan
sekadar mahu membasahkan mata
yang lama terdedah
memandang skrin yang ntah apa-apa
sedarlah
tiada apa yang perlu dipotong dan dibending
sekadar pemudah kerja
catatlah ia sebagai nota
mungkin berguna di hari muka....
sajak end:
nurkilan Myn, Reyha, Jaja (Habsah) and Syam (the superpower human)
Sunday, August 16, 2009
kondisiku
parah...
buat tu xkena
buat nie salah
penat aku menjalani hari minggu yg suram
tetiba teringat satu puisi from wani ardy and geng
tajuk dia si gadis..
nie dia..
Si Gadis (CD komplimentari Tiga Venus)
Lirik: Wani Ardy
Puisi: Fynn Jamal
Melodi: Ana Raffali
Lirik: Wani Ardy
Puisi: Fynn Jamal
Melodi: Ana Raffali
Menjadi gadis itu memenatkan
Menjadi gadis itu merimaskan
Suatu kerja berat dan membeban
Menjadi gadis yang ingin sendirian berjalan
Keterlaluan berani akan dibenci
Keterlaluan lemah akan dikeji
Perlu gagah dan tak reti tewas
Perlu kuat dihenyak, dicantas
Si gadis menelefonku malam itu
Teresak mencerita jiwa luluh
Dihiris bahasa tajam dari mulut
Si gadis tiada daya menutup
Lalu aku membalas
Bukan tugasmu memuas
Manusia berbeza
Minda tak akan sama
Si gadis terus meluah hampa hati
Perlakuannya salah serba serbi
Semakin keliru dengan mahu diri
Si gadis soal "bagaimana lagi?"
Lalu aku berkata
Biar nalurimu beraja
Mana hujung sempurna
Pada manusia
Kita gadis memang sering menyongsang rasa
Mana cinta, mana rasa, mana dia
Dengar sini; mahalkan air jiwa kamu
Simpankanlah dan hulurkan hanya pada dia itu
Lalu aku berkata
Biar nalurimu beraja
Mana hujung sempurna
Pada manusia
Perlu tabah
Perlu gagah
Usah resah
Usah goyah
Ayuh gadis
Berhentilah kau menangis
Menjadi gadis itu merimaskan
Suatu kerja berat dan membeban
Menjadi gadis yang ingin sendirian berjalan
Keterlaluan berani akan dibenci
Keterlaluan lemah akan dikeji
Perlu gagah dan tak reti tewas
Perlu kuat dihenyak, dicantas
Si gadis menelefonku malam itu
Teresak mencerita jiwa luluh
Dihiris bahasa tajam dari mulut
Si gadis tiada daya menutup
Lalu aku membalas
Bukan tugasmu memuas
Manusia berbeza
Minda tak akan sama
Si gadis terus meluah hampa hati
Perlakuannya salah serba serbi
Semakin keliru dengan mahu diri
Si gadis soal "bagaimana lagi?"
Lalu aku berkata
Biar nalurimu beraja
Mana hujung sempurna
Pada manusia
Kita gadis memang sering menyongsang rasa
Mana cinta, mana rasa, mana dia
Dengar sini; mahalkan air jiwa kamu
Simpankanlah dan hulurkan hanya pada dia itu
Lalu aku berkata
Biar nalurimu beraja
Mana hujung sempurna
Pada manusia
Perlu tabah
Perlu gagah
Usah resah
Usah goyah
Ayuh gadis
Berhentilah kau menangis
Thursday, August 13, 2009
diri ini
kaku
diam tanpa reaksi
tersentak dek kata-katanya
diam tanpa reaksi
tersentak dek kata-katanya
ku menyiakan saja
biarpun hati ini sakit
ego
membaluti diriku
memang benar
aku egois
tapi aku harus
martabatku tinggi
aku bukan hipokrit
malam itu ku berfikir
mungkin ini yang aku juga maukan
biarpun kita tak sehaluan
selamanya kau temanku
biarpun tak ingin lagi ku ungkap
cerita masa lalu..
biarpun ku hapuskanmu dari hidupku..
Aluan
Blog ini saya punya.. jadi semua puisi adalah hasil perahan jus otak saya sendiri... kecuali kalau puisi yg saya kreditkan nama penulisnya.. nak copy boleh tp tlg kreditkan atas nama MynSam yer..sekian...
Diriku Bukan Dirimu
Kroni2
Apa crita mereka??
-
-
-
Undefined #113 years ago
-
Ulasan Buku #113 years ago
-
Sayang...13 years ago
-
After 4years...14 years ago
-
good day14 years ago
-
-
-
-
-
Labels
- Puisi (18)

